Bencana nasional adalah bencana yg memberikan dampak secara nasional. Setidaknya, semenjak tahun 2004 telah terjadi tiga bencana nasional diluar krisis moneter yaitu yang pertama tahun 2005 terjadinya sunami di Aceh. Yang kedua terjadi pada akhir tahun 2006 yaitu AA GIM menikah lagi, dan dua tahun kemudian, tepatnya awal tahun 2009 lagi-lagi terjadi bencana nasional yang ketiga kalinya yaitu keluarnya Fatwa MUI tentang Rokok Haram dan Golput haram.
- Pada kasus pertama, bancana yg terjadi telah memberikan dampak yg sangat dirasakan oleh Bangsa Indonesia, khususnya oleh masyarakat aceh yang merasakan langsung dampak tersebut. Akan tetapi, adanya bencana bencana nasional ini tidak seluruhnya berakhir negatif, karena dibalik bencana tersebut telah memberikan hikmah yg sangat besar bagi kehidupan berbagsa yaitu dengan adanya perdamaian antara GAM dan pemerintah Indonesia.
- Bencana nasional yg kedua adalah menikahnya lagi AA Gim. Saya tidak mengatakan bahwa menikah lagi adalah sesuatu yg jelek dan mungkin syah-syah saja dilakukan oleh seorang muslim manapun sepanjang semua syarat dan ketentuan berlaku. Tapi khusus untuk AA Gim saya kategorikan sebagai bencana nasional, mengapa demikian???. Pada waktu kejayaannya.. AA gim adalah menyejuk bagi kaum seperti saya yg mendambakan kehidupan menjadi lebih baik.. segala tindak tanduknya menjadi suri tauladan.. setiap hari minggu saya selalu menunggu-nunggu siaran langsung di SCTV hanya sekedar untuk mendengarkan ceramah AA… begitupun istri dan anak saya selalu datang untuk menimba ilmu di pesantrennya.. bahkan bukan hanya saya.. instansi pemerintah dan swasta baik di daerah maupun pusatpun selalu mengirimkan secara rutin pekerjanya untuk sekedar mengikuti pendidikan moral di pesantrennya… Tiba-tiba bencanapun tiba.. AA Gim kawin lagi.. tidak ada lagi ulama kharismatik yg didengar rakyat.. tidak adalagi pemda ygmengirim pekerjanya untuk mendapat pendidikan moral.. tidak ada lagi swasta yg mengirimkan pegawainya ke pesantrennya.. tidak ada lagi TV yg memperpanjang kontraknya untuk menyuarakan syiar Islam.. Tidak ada lagi suami-suami yang menyuruh istrinya untuk belajar di AA gim.. tidak ada lagi istri-istri yg menyuruh suaminya untuk mengikuti ajaran aa gim.. Benar-benar bencana Nasional.. terutama pada waktu negara kita sedang- gencar-gencarnya menyuarakan moral.. Tapi mudah-mudahan dibalik ini ada hikmahnya…
- Bencana nasional yang ketiga adalah Turunnya fatwa MUI tentang rokok haram dan Golput Haram.. seperti halnya menikah lagi.. adalah sesuatu yg bukan dilarang oleh Islam.. rokok pun jelas mempunyai dampak yg negatif bagi kesehatan manusia.. atau Golput pun mempunyai potensi tidak berkembangnya sistem pemilu.. tapi apa perlu dikeluarkan fatwa haram.. Alasan yg selalu dikemukan oleh Jubir MUI di media adalah ini untuk menjawab pertanyaan ummat.. tapi ummat yg mana??.. masih kurang jelas.. dan MUI selalu berdalih ini adalah untuk menuntaskan kewajiban dia, pertanggung jawaban dia kepada Allah SWT.. tentang fatwa itu mau dituruti maupun tidak.. terserah.. yg penting MUI telah menyampaikannya…. lantas kalau begitu apa peran MUI dan manfaat MUI bagi bangsa ini.. khususnya bagi masyarakat yg selalu mendambakan tokoh-tokoh ulama dan kiayi yg dapat di tauladani ummat… saya takut.. kedepan bangsa ini sudah betul-betul tidak punya ulama yg dapat di tauladani… kiayi tidak lagi didengar… ulama tidak lagi ada giginya… tokoh-tokoh di cuekin rakyatnya.. Fatwa MUI tidak didengar ummat dan hanya berlalu begitu saja.. lantas rakyat harus mentauladani siapa??.. dan Organisasi apa lagi yg nanti didengar ummat, bila ummat memerlukan.. bayangkan ketika organisiasi sekelas MUI saja nanti tidak di dengar rakyat.. apa yg dapat kita bayangkan.. moral hancur sudah pasti.. Kasihan kan pemerintah yg sedang gencar-gencarnya memerangi korupsi dan krisis moral berjalan sendirian.. Tapi alhamdulillah.. masih ada organisasi besar NU dan Muhammaddiyah yg tidak ikut-ikutan dengan fatwa-fatwaan MUI ini… saya berharap kedua organisasi besar ini dapat mengambil alih peran MUI.. agar rakyat dapat terselamatkan.. agar rakyat masih mempunyai panutannya… bekerjalah kepada hal-hal yg lebih bermanfaat bagi bangsa, negara dan agama.. dari pada membuat fatwa hanya untuk kepentingan segelintir orang saja..
- Terakhir saya masih berharap mudah-mudahan bencana yg selalu menimpa kita ini akan memberikan hikmat yg positif.. bagi MUI sebagai seorang awam saya berharap keluarkanlah fatwa-fatwa yg betul-betul sebagai pegangan bagi ummat dalam menjalankan ibadatnya terhadap Allah SWT.. janganlah membuat fatwa-fatwaan yg mungkin saja hanya akan memberikan bencana bagi bangsa ini…
